Nihonkoku Shoukan Chapter 4.2

Translator: Alice

English Translator: Mob of Deer

Crosschecking to Original WN: My Friend

Kingdom of Rowlia, Wyvern Headquarters

「Komunikasi dari Armada Penaklukan di Timur, sir. Mereka melaporkan bahwa mereka sudah menyerang kapal musuh, kapal besi raksasa, dan meminta bantuan udara. 」

「Aha, kapal bendera musuh. Permintaan bantuan diterima. Kirim 350 Wyvern yang lengkap dan siap bertarung. 」

「T-Tapi tuan, jika kita mengirim 350 Wyvern hanya untuk Advance Force, sisanya tidak akan cukup untuk melindungi Pasukan Utama.」

「Apakah perintahku masih belum jelas? KIRIM SEGERA. Jika mereka memang sedang melawan Kapal Bendera musuh, maka itu adalah pertarungan besar. Mereka akan memiliki waktu antara sekarang dan ketika pasukan utama kita bergerak.」

「Dimengerti.」

Satu-persatu Wyvern mulai terbang, memenuhi langit.

Myoko

Di dalam ruang operasi Myoko, mereka sudah tahu apa yang datang. Ketika 350 objek tampil di radar, sudah jelas bahwa musuh tidak akan menyerah dengan mudah.

「Ini…. Sangat tidak beruntung. Kita sudah mencoba membuat mereka menyerah dengan mengancam, tapi kita malah menempatkan banyak nyawa dalam bahaya. Ketika mereka sudah di dalam jangkauan senjata, tembak jatuh mereka.」

Sky, Battlefield

Tiba-tiba, asap melayang dari kapal raksasa 3 kilometer jauhnya. Tak lama kemudian, jejak cahaya juga terbang keluar dan melewati armada Rowlian. Setelah itu, dari ujung belakang kapal raksasa, sesuatu muncul dan terbang ke arah yang sama. Dan kemudian, sesuatu keluar dari bagian belakang kapal dan terbang dengan kecepatan tinggi. Dengan semua hal yang tidak diketahui ini terjadi, Wakil Laksamana Schaukun tidak bisa menahan perasaan takut karena darahnya menjadi dingin, tetapi ia berkonsentrasi untuk memberi perintah.

「Skuadron Wyvern akan segera mencapai lokasi kita. Ketika mereka sudah mencapai kita, semua kapal akan menyerang bersama mereka. 」

Sayangnya, tragedi menimpa skuadron wyvern. Entah dari mana, 23 wyverns meledak dan jatuh ke laut, terbakar hingga hitam. Beberapa detik kemudian, 12 lainnya, lalu beberapa detik kemudian, 18. Satu demi satu, mereka jatuh dari udara. Tidak ada hal seperti itu yang pernah disaksikan dalam sejarah. Setelah badai singkat berlalu, jumlah mereka berkurang dari 350 menjadi 200. Sisa skuadron mulai panik, tetapi pada saat itu armada sudah di depan mata.

200 Wyvern datang untuk bergabung dengan armada Rowlian. Musuh mereka, lebih jauh di depan, adalah kapal abu-abu yang sangat besar.

Ketika mereka mencoba untuk menyerang Myoukou , kapal itu mengeluarkan semacam garis atau jejak cahaya, mengenai Wyvern dan menyebabkan mereka jatuh dari langit seperti hujan. Meskipun jumlah mereka dengan cepat menurun, mereka tetap menuju ke Myoukou . Ketika mereka berada 7 kilometer jauhnya, hanya ada 50 wyvern yang tersisa di skuadron. Tanpa diduga, kapal Myoukou mulai menembakkan meriamnya, membunuh satu wyvern dengan satu tembakan. Kecepatan isi ulang meriam tersebut jauh dari apa yang diperkirakan oleh Wakil Laksamana. Dan garis cahaya itu terus menembaki mereka tanpa berhenti.

Ketika mereka sampai dalam 3 kilometer, serangan peluru meriam sudah berakhir. Pada saat itu, hanya ada 3 Wyvern yang tersisa.

「Senjata mereka sudah tidak menembak! Sekarang, mari kita balas dendam kawan-kawan kita! 」

3 wyvern membuka mulut mereka, bola api dengan cepat terbentuk. Tapi saat itu, 2 wyvern jatuh.

「!!!!!!!!!!!!!」

Wyvern terakhir jatuh, mengikuti teman-temannya yang lain. Phalanx CIWS’s 20mm Vulcan cannon memiliki  firing rate sekitar 3.000 peluru / menit, atau 50 per detik; Wyvern terakhir ini berada dalam jangkauan ukuran pertahanan terakhir kapal Aegis.

Keheningan yang mengerikan menjulang di atas lautan.

「………………」

Tidak ada seorang pun yang bisa mempercayai mata mereka. Mereka semua dibuat terdiam. Bagi mereka, kapal perang tidak dilengkapi senjata untuk menyerang wyvern; Menjatuhkan satu Wyvern adalah tugas yang sangat berat, apalagi lebih dari 200! Meski begitu, mereka hanya bisa menyaksikan semua pasukan elit mereka berubah menjadi bubur darah.

Apakah mereka bermimpi? …Tidak, yang membuat mereka ngeri, adalah fakta bahwa mereka semua dalam keadaan sadar.

「Apakah kita … melawan iblis? 」 Bisik Schaukun dengan sedih. Dia tidak tahu ekspresi seperti apa yang dia buat.

Sayangnya, mereka belum mencapai batas keputusasaan mereka.

Tujuh lagi kapal kelabu mulai terlihat. Apa yang terjadi kemudian dikenal dalam sejarah sebagai Pertempuran Laut Besar Rodenius .

Secara historis, faktor penentu dalam pertempuran laut di Rodenius adalah apakah pelaut bisa naik ke kapal musuh atau tidak. Jika kapal musuh tidak mengalami kerusakan parah, serangan balista atau serangan panah api, kapal itu sendiri dianggap tidak bisa dihancurkan. Pada akhirnya, semuanya bergantung pada pelaut yang mengendalikan kapal lain atau mempertahankan diri. Sangat tidak logis bahwa 4.400 Kapal bisa kalah dalam pertempuran laut. Armada ini bisa saja menantang salah satu negara superpower di peradaban besar.

7 Destroyer mulai menenggelamkan kapal musuh di setiap serangan. Rasanya seperti melakukan latihan sewaktu di sekolah militer. Meskipun 4.400 kapal tetaplah jumlah yang sangat banyak. Setelah menenggelamkan 1.400 kapal, mereka mulai kehabisan peluru.

「Hentikan tembakan.」

Myoko mendekati armada musuh. Ketika sudah memasuki jarak 400 meter, Myoko mylai menembakkan 7 mm machine gun untuk menenggelamkan kapal musuh. Tapi bencana bagi musuh tidak berhenti disana. Salah satu dari Helicopter Destroyer meluncurkan 5 Helicopter AH1S Cobra pasukan angkatan darat Jepang. Mereka tidak serius menghadapi perang, mereka melakukannya seakan ini adalah latihan perburuan. Armada Rowlian sudah ketakutan.

「Mereka adalah monster! Kita semua akan mati! Kutuk mereka! Aaahhh!!」

Kapal demi kapal, mereka semua ditenggelamkan dengan kecepatan yang menakutkan.

「…….. Jadi ini sudah berakhir.」

Wakil Admiral Schaukun sudah tidak memiliki harapan. Tidak ada yang bisa ia lakukan. Dalam keadaan seperti ini, pasukannya akan mati, dan itu hanya seperti olahraga bagi pasukan Jepang. Tapi, jika dia menyerah dan seluruh armada diambil sebagai tawanan perang, dan pembantaian di Gim, dia tidak bisa melihat masa depan apapun untuk Rowlia.

Kemungkinan terakhir adalah: mundur. Mereka sudah diminta untuk mundur sebelum perang dimulai. Setelah memimpin armada terbesar di dalam sejarah Rodenius, kehilangan 1/3 nya, dan pulang ke negaranya dalam kekalahan, ia selamanya akan diingat sebagai Wakil Admiral yang tidak kompeten dan dihukum mati. Namun, ia tidak bisa membiarkan anak buahnya terbunuh.

「Semua kapal, mundur! Aku ulangi, semua kapal mundur!」

Perintah tersebut sampai di setiap kapal menggunakan sihir.

Tapi ketika kapal bendera Wakil Admiral mulai mundur, menarik dirinya dari pertempuran, kapalnya terkena serangan langsung dan tenggelam ke laut.

「Armada musuh mulai mundur.」

Perintah untuk menghentikan serangan disampaikan ke semua kapal Jepang.

「Mereka meninggalkan pasukan mereka untuk mundur? Jika ada yang selamat di laut, selamatkan mereka.」

Akhirnya, Pertempuran Laut Rodenius berakhir.

Breweye

Breweye, pengamat dari Qua-Tyone yang menaiki Helicopter Destroyer Izumo, merasa dirinya mati rasa. Meskipun sebelumnya ia sudah mendengarkan semuanya di anjungan, dia tidak bisa merasakan apa yang sebenarnya terjadi. Hanya setelah melihat operasi penyelamatan di laut, di tempat terjadinya pertempuran dia menyadari apa yang terjadi. Lautan telah ditutupi oleh apa yang menjadi sisa pertempuran. Meskipun ia tidak melihat secara langsung pertempuran tersebut, ia bisa menyimpulkan bahwa, armada Rodenius & Rowlia tidak bisa melawan Jepang. 

Varhal

Pengamat dari Kekaisaran Papaldia, Varhal, bergetar. Karena sebuah keberuntunganlah kapalnya bisa keluar dari area pertempuran tanpa mengalami kerusakan. Tugasnya adalah mengamati dan mencatat kehancuran Qua-Tyone melalui armada 4.400 kapal yang dioperasikan oleh Rowlia. Dia menantikan misi ini karena minat pribadi pada bagaimana teknologi primitif semacam Ballista dan menaiki kapal lawan bisa menahan 4.400 kapal.

Namun, kapal musuh yang muncul benar-benar di luar imajinasinya. Meskipun dia tidak tahu apakah mereka menggunakan Tears of the Wind God untuk meningkatkan layarnya, itu sangat cepat. (Atau, kapal itu bahkan sama sekali tidak memiliki layar.)

Meskipun kelihatannya seperti kapal dengan 100 meriam, dan ukurannya yang sangat besar, dia hanya bisa melihat satu meriam. Apakah ini semacam lelucon? Sementara dia terkejut melihat meriam semacam itu di wilayah barbar, yang belum cukup maju untuk mereka, yang ini tidak seperti yang dia tahu. Meriam memiliki akurasi rendah, sehingga kapal perang dengan 100 meriam diciptakan untuk mengimbangi itu. Namun, meskipun kapal mereka berjarak 3 kilometer dari armada, setiap tembakan dari kapal musuh selalu mengenai kapal kami. Yang paling mengerikan adalah, mereka menghancurkan satu kapal dengan setiap tembakan mereka.

Dan yang lebih mengejutkan adalah bagaimana mereka bertarung melawan wyvern. Jika itu adalah Papaldia, mereka akan menggunakan Mother Dragon untuk melawan wyvern one-by-one. Karena wyvern dari wilayah barbarian lebih lemah dari wyvern mereka, Papaldia akan dengan mudah memenangkan pertempuran seperti itu.

Pikirnya, meriam tidak bisa mengenai benda-benda di udara; dan ini adalah hal yang wajar. Namun, sekali lagi mereka bisa langsung mengenai wyvern hanya dengan satu tembakan. Ini bukan sesuatu yang bisa dilakukan manusia. Musuh asing ini mengembangkan teknologi tanpa sepengetahuan mereka, dan ini bisa menjadi ancaman bagi Palpadia.

Varhal terus mengamati perkembangan dengan sihirnya, dan melaporkannya pada negaranya.

Nihonkoku Shoukan Chapter 4.5
Nihonkoku Shoukan Chapter 4.1