CerpenMabo – Terbuang ke Isekai!? ~Ngecheat Trainer ke Status Sendiri~

Aku, Rudi, kini sedang berada di Pengadilan Surgawi. Dengan tangan dan kaki yang diborgol, berpakaian hanya selapis kain tipis, aku berdiri ditengah-tengah mimbar bulat dan dikelilingi oleh orang-orang yang bercahaya.

Kenapa aku bisa berada di sini, kau tanya? Mana aku tahu.

Pagi itu aku terbangun seperti biasa, hanya untuk mendapati bahwa aku tidak berada di kamarku. Jangankan itu, aku terbangun tanpa sehelai kain pun yang menutupi badan. Aku yang bukan seorang nudist tentu tidak merasa senang akan hal itu.

Tak lama kemudian, seseorang datang menjemputku. Memakaikanku pakaian. Memasang borgol. Lalu, tanpa sadar, aku sudah berada di tempat ini.

Kalau saja mereka tidak memberitahuku terlebih dahulu kalau ini adalah pengadilan surga, mungkin aku akan menganggap bahwa aku sudah diculik alien.

…Tidak, mungkin penjelasan itu justru lebih masuk akal.

“Saudara Rudi Aditya. Dikau menjadi tersangka atas kematian puluhan anak puluhan anak tidak bersalah di Detroit, Amerika. Dengan—”

“HA!?”

Aku kaget tanpa kira.

Bagaimana mungkin itu bisa terjadi? Jangankan membunuh orang, pergi ke Amerika saja belum pernah!

“Hakim Agung, saya keberhmp!!”

Tiba-tiba saja, mulutku tertutup rapat tanpa kendaliku. Aku bingung, panik. Aku coba buka mulutku dengan paksa, namun nihil.

“Tiada kebohongan yang bisa diutarakan di pengadilan ini. Apabila mulut memilih diam, maka tangan yang berbicara. Apabila tangan memilih diam, maka kaki pun bersuara.”

Bohong matamu bohong!

“Yang kami pertimbangkan bukan hanya apa yang tersangka sudah lakukan, namun juga apa yang mereka akan lakukan, dan apa yang telah terjadi atas tindak laku mereka. Saudara Rudi Aditya, putra Adam yang mulia. Dirimu mungkin belum melakukan dosa yang besar, namun hal yang akan dirimu lakukan, akan membawa bahaya kepada dunia di waktu kelak. Oleh karena itu, kami dengan berat hati memutuskan untuk menjatuhkan hukuman kepadamu”

Itu namanya mengambil keputusan sebelah pihak! Mana hak asasi yang dijanji-janjikan!?

“Namun, barang siapa yang belum merasakan ajal tidak bisa merasakan neraka. Dan kami pun tidak bisa memberikan hukuman kepada dosa yang belum terlaksana. Oleh karena itu, kami mengambil keputusan.”

Suara palu diketuk tiga kali pun terdengar.

“Saudara Rudi Aditya. Dengan ini, Anda akan diturunkan ke sebuah dunia yang terlantar. Terpisah dari kasih Tuhan.”

•••

Dua minggu setelah kejadian itu.

Sesuai yang mereka janjikan, aku kini berada di dunia lain. Peradaban di dunia ini masih di tahap abad pertengahan. Terdapat Kerajaan, keluarga bangsawan, sistem pemerintahan feodalisme, dan lain sebagainya.

Tapi jikalau kamu bertanya apa yang membuat dunia ini begitu berbeda dari dunia asalku, maka aku akan memberikanmu tiga alasan.

  1. Dunia ini dipenuhi oleh monster yang berkeliaran.
  2. Keberadaan sihir yang sangat umum.
  3. Character Status.

Ya, benar sekali. Aku berpindah ke dunia lain, layaknya tokoh utama di berbagai manga dan novel.

Yang membedakannya adalah, aku tidak dibekali satu kekuatan apapun. Tidak satupun.

Aku hanya ditinggalkan dengan sepasang pakaian dan uang logam untuk bertahan selama beberapa hari. Kalau saja aku tidak dirampok di tengah jalan, mungkin aku bisa setidaknya mendapatkan makanan untuk hari ini tanpa perlu susah payah.

Ditambah lagi, makanan di sini sama sekali tidak cocok dengan lidah Asia ku. Makanan pokoknya bukanlah nasi hangat yang empuk dan manis,  melainkan roti hitam keras yang perlu dilunakkan dengan air terlebih dahulu. Karena sudah lahir dan tumbuh di dunia modern, rahangku tidak cukup kuat untuk menggigitnya. Setiap kali aku mencoba untuk mengunyahnya saja HP ku berkurang. Sungguh ironis.

Dan hari ini, sekali lagi, aku membanting tulang untuk mendapatkan setidaknya secobek dari roti terkutuk itu.

Omong-omong, ini Statusku:

【STATUS】
Name: Rudi Aditya
Race: Human
Age: 17
Level: 10
Constitution: Exhausted, Bleeding
Job: Adventurer
Gold: 3
【VALUE】
EXP: 980/1050
HP: 12/45
MP: 2/30
SP: 23/65+6
STR: 65
DEX: 80
VIT: 71
INT: 60
AGI: 85
MND: 160
LUK: 45
【MAGIC】
Fire Magic – Small
Water Magic – Small
Life Magic
【SKILL】
Etiquette – Intermediate
Handwriting – Advanced
Thread Manipulating – Novice
Trap Crafting – Intermediate
【EQUIPMENTS】
Headgear: Bandage
Arms:
Right
-Short sword
-Gloves
Left:
-Small Shield
-Gloves
Body:
-Leather Armor
-Breast Plate
-Hide Pants
-Bandage
-Kneepad
-Loincloth
Footwear:
-Leather boots
-Socks
Miscellaneous:
-Earring of Stamina+1
-Ring of Stamina+1
-Leather Belt
-Leather Pouch 

Yah, memalukan sih, tapi aku kini memang sedang tidak dalam kondisi fit. Kepalaku terkena serangan dan aku harus mengorbankan pundakku untuk menyelamatkan nyawaku sendiri.

Lukanya memang tidak begitu dalam, namun di dunia yang tidak mengenal steril ini, luka sekecil ini bisa berakibat fatal.

Untuk mencegah itu, aku membalutnya dengan perban yang sudah diberikan alkohol. Meskipun, tentu saja, alkohol minuman keras yang tidak begitu steril. Akan tetapi, tetap saja lebih baik daripada membiarkannya terbuka.

Dilihat dari statusku saja, sudah bisa dipastikan bahwa aku memiliki status yang sangatlah normal. Kalaupun ada yang tidak normal, itu adalah kecepatan pertumbuhanku dari level 1 ke level 10 hanya dalam dua minggu.

Akan tetapi, itu bukan dikarenakan aku memiliki bakat terpendam atau apapun itu. Lebih karena aku menggunakan sistem power leveling. Aku menggunakan berbagai jenis jebakan dan racun untuk membunuh monster-monster yang memiliki level lebih tinggi dariku dengan mudah.

Yang membedakan antara monster dengan binatang liar adalah, apabila monster dibunuh, mereka tidak akan meninggalkan bangkai, melainkan drop item.

Kalau dunia ini memang game, seekor monster babi hutan itu wajar saja menjatuhkan item pakaian dan beberapa koin emas setelah dibunuh. Akan tetapi, ini adalah dunia nyata. Dan nyatanya, hal itu benar terjadi. Bagaimana bisa? Di dunia yang masih berada di abad pertengahan, sains  masih belum berkembang. Jangankan teori, keberadaan peneliti di dunia ini sangatlah jarang.

Oleh karena itu, aku hanya bisa mengandalkan pikiranku sendiri.

Dan menurutku, hal itu karena monster-monster ini mengambil barang tersebut lalu memasukannya ke dalam item box mereka.

Benar sekali, di dunia ini, semua orang sewajarnya memiliki item box. Sewajar mereka melihat Status Window yang menilai hidup mereka.

Tentu saja, aku juga memiliki item box.

【ITEM BOX】

9/10 slots is used

-Damaged Gold coin X 2
-Damaged Silver coin X 1
-Damaged Copper coin X 20
-Sturdy Thread X 34
-Short Sword X 1
-Bandage X 7
-Clean Water X 18
-Rye Bread X 6
-Scroll of Small Regeneration X 2 

Seperti yang mereka bilang, selalu bawa senjata cadangan.

Eh, kenapa aku memiliki banyak koin yang rusak di dalam item boxku? Jawabannya adalah karena aku sendiri yang merusaknya.

Kau lihat di status windowku ada status Gold : 3? Gold di sini bukan berarti emas, tentu saja, akan tetapi jumlah uang yang aku miliki. Gold : 3 berarti aku memiliki saldo 3 koin tembaga di dalam status.

Betul sekali, kau bisa menyimpan uang di dalam status, sama seperti game RPG pada umumnya.

Satu koin emas bernilai 100 koin perak. Dan 1 koin perak bernilai 100 koin tembaga.

Lalu, apakah aku sudah gila sampai2 merusak uang koin emas yang bernilai 10.000 koin tembaga? Mungkin. Aku tidak akan mengelaknya.

Hanya saja, coba pikirkan, sekeping koin, yang mana sebuah benda, bisa berubah menjadi string dalam status. Bukankah itu aneh?

Masih tidak mengerti? Kalau begitu, aku tanya. Apakah ada dua hal yang persis sama di dunia ini? Apakah ada dua hal yang begitu mirip, hingga ke susunan atomnya, di dunia ini? Jawabannya adalah: tidak.

Lalu, bagaimana bisa dua hal yang berbeda dianggap sebagai hal yang sama oleh 【Status】? Kau taruh sekeping koin perak, lalu menariknya sebagai 100 keping koin tembaga. Bagaimana bisa? Lalu, apabila koin itu rusak, apakah bisa dikembalikan ke dalam status? Bila iya, lalu rusak seperti apa? Apakah goresan? Coretan? Gosong?

Itulah yang ingin aku coba.

Dan hasilnya lumayan memuaskan. Tidak sia-sia aku mengorbankan 20.120 koin tembaga. Yang menentukannya adalah … rusak atau tidaknya ukiran di muka koin. Apabila ukiran tersebut tergores sedikit saja, maka koin itu tidak lagi dianggap layak oleh Status. Di sisi lain, meskipun koin tersebut dirusak hingga tersisa hanya ukirannya saja, Status akan tetap menganggapnya sebagai satu keping koin yang utuh.

Yang kemudian menjadi permasalahan adalah: apakah aku bisa membuat koin tersebut? Jawabannya, menurut keputusanku, adalah belum. Sebab tanganku belum mahir mengukir maupun menempa koin. Akan tetapi, ada kemungkinan bahwa aku mungkin saja bisa membuatnya sendiri di waktu yang akan datang.

Setelah mengetahui itu, ada sesuatu yang terasa mengganjal di diriku. Rasanya seperti duri ikan yang menyangkut di tenggorokan, perlu dikeluarkan dengan cara menelan lebih dalam. Namun aku singkirkan dulu pikiran tersebut lalu mengeluarkan Scroll of Small Regeneration dari item box. Nyawaku tidak sebanding dengan ide-ide kosong.

Seperti yang kau duga, scroll ini adalah sebuah item buffing yang berfungsi untuk meningkatkan kecepatan pemulihan luka. Item buffing tidak selalu berbentuk scroll seperti ini. Paling umumnya adalah berbentuk makanan, dan ada juga yang berbentuk drop item monster. Namun, yang paling populer adalah scroll, sebab selain tidak akan basi, scroll juga memiliki efek yang jelas dan tidak random.

Terdapat juga HP potion dan MP potion yang bisa menyembuhkan luka secara instan. Namun, tentu saja, harganya selangit. Tidak cocok bagi seseorang dengan kantong kering sepertiku.

Cara memakai buffing scroll bukanlah dengan dibaca. Maksudku, siapa juga yang bisa membaca simbol-simbol aneh yang tertulis di dalamnya. Caranya, cukup sederhana juga, adalah dengan memasukkan item tersebut ke dalam status window. Selain memakannya, inilah satu-satunya cara yang diketahui untuk menggunakan item buffing.

Aku pun memasukkan Scroll of Small Regeneration ke dalam status windowku, lalu muncul notifikasi: “Small Regeneration has been blessed to you” di depan mataku. Status Constitutionku pun berubah menjadi Exhausted, Bleeding, Small Regeneration.

Ini adalah hal yang cukup biasa, namun saat itu, ada ide gila yang melesat di kepalaku. Dan, apabila ide ini terbukti benar, segalanya yang aku ketahui akan berubah drastis.

Aku tidak lagi bisa menahan senyumku.

Aku tarik scroll terakhir yang aku punya lalu membentangkannya. Apa yang kemudian terlihat adalah segumpal simbol-simbol tidak berarti yang membentuk sebuah lingkaran demi lingkaran di dalam scroll.

Tentu saja, simbol ini tidaklah tidak berarti. Yang harus aku ungkap adalah bagaimana cara kerja mereka.

Bisa dibilang scroll ini adalah garis kehidupan bagiku yang sedang di ambang maut. Akan tetapi, ide gila yang terlintas ini terasa jauh lebih penting bahkan dari hidupku sendiri.

Aku teguhkan diriku. Aku basahi jempolku dengan ludah lalu menggosokannya ke beberapa simbol secara acak. Setelah yakin bahwa simbol itu kini sudah lebur, aku gulung kembali scroll tersebut, lalu memasukannya ke dalam status window.

Aku cemas, akankah scroll ini benar-benar masuk? Namun, sepertinya, kecemasanku tidak berarti apapun.

Scrollnya masuk seperti biasa. Notifikasi pun muncul.

S█all Reg•ner?tion has been blessed to you

YES!!

Aku cek statusku, dan hal itu pun terlihat.

Constitution: Exhausted, Bleeding, Small Regeneration, S█all Reg•ner?tion

Hal itu tidak berlangsung lama, sebelum akhirnya kembali ke semula. Scroll of Small Regeneration seharusnya bertahan selama 30 menit, akan tetapi scroll yang sudah aku otak-atik tidak bertahan lebih dari satu menit. Aku akan hentikan rentetan pikiran yang mempertanyakan penyebab hal itu sejenak, dan membuat sebuah tujuan untuk diriku yang sekarang.

Keluar dari Dungeon ini, kembali ke kota, dan mencari pembuat scroll.

•••

Di hari yang sama saat aku keluar dari Dungeon, aku langsung bergegas menuju guild tanpa beristirahat meskipun sejenak.

Terdapat dua alasan kenapa aku langsung meluncur ke guild, yaitu:

  1. Menyerahkan item quest dan mengambil hadiah.
  2. Mencari informasi tentang pembuat Buff Scroll.

Tidak ada yang gratis di dunia ini, tidak bahkan informasi. Hanya demi mengetahui dimana pembuat Buff Scroll saja membuatku harus mengeluarkan 6 koin perak, yang mana setara dengan biaya hidup minimal selama satu bulan. Dan itu bahkan bukan informasi yang bisa dipercaya dengan sepenuhnya.

Aku terpaksa mengeluarkan 70 koin perak di guild hitam demi mendapatkan informasi yang lebih akurat.

Sama seperti ada terang ada gelap, guild hitam adalah tempat untuk para pekerja lepas melakukan pekerjaan dengan risiko tinggi dengan investasi yang juga lebih tinggi. Disini beredar banyak profesi berbahaya dan informasi ilegal yang tidak bisa diungkap ke masyarakat luas. Jasa membunuh, pengiriman paket terlarang, dan lain sebagainya.

Hm? Bagaimana bisa aku mengetahui tempat seperti ini kau tanya? Gampang saja. Ketika kau sudah menjadi seorang adventurer yang bisa membunuh dungeon master tiga kali sendirian, tawaran pekerjaan gelap akan datang begitu saja.

Kalau dilihat dari status aku tidaklah begitu kuat. Akan tetapi, sebagai seseorang yang hidupnya tidaklah bergantung kepada status belaka, aku menolak untuk bermain aman. Hidupku tidaklah dinilai dengan angka 1 dan 0.

…Itulah yang aku pikirkan hingga beberapa waktu yang lalu. Sekarang, aku akan memanfaatkan status itu untuk keuntunganku sendiri.

Selesai urusanku dengan guild hitam, aku langsung mengangkat kaki. Seluruh dana yang sudah susah payah aku kumpulkan bisa melayang begitu saja kalau tidak. Tempat ini memang seperti itu.

Menurut informasi yang aku dapatkan, kebanyakan scroll dibuat di kota Akademi Kerajaan. Meskipun banyak pengrajin scroll yang tidak berhubungan dengan Akademi, tidak banyak dari mereka yang berbakat, dan meskipun ada, itupun hanya sebagian kecil juga sangat susah untuk diajak bernego.

Oleh karena itu, tindakanku yang selanjutnya adalah; membeli jubah siswa Akademi lalu menyusup masuk.

Hah? Mendaftar masuk ke Akademi dengan benar? Aku tidak punya waktu untuk itu. Maaf saja, tapi tidak akan ada Arc kehidupan sekolah di kisah ini.

Singkat kata, aku akhirnya menemukan sang pengrajin scroll yang aku cari-cari. Langsung saja, aku memintanya untuk mengajariku cara membuat scroll. Inilah yang aku incar.

Dan, betapa mengejutkannya, membuat scroll itu sangatlah mudah. Begitu mudahnya, aku hampir kehilangan isi perutku sebab tertawa terbahak-bahak.

Kau tidak akan percaya. Pada dasarnya, buffing scroll itu tidak lebih dari syntax PHP dasar. Yang membuatnya sulit, bagiku, adalah bahwa bahasa yang ditulis merupakan sajak sihir dengan simbol-simbol anehnya. Selebihnya? Aku bahkan tidak perlu membuka mata untuk menguasainya.

Mungkin ada banyak bagian yang berbeda dari PHP yang aku ketahui, tapi hal itu tidak mengubah apapun. Aku hanya perlu belajar sajak sihir dan Ide gilaku pun akan menjadi kenyataan.

•••

Tiga bulan sejak aku menyusup dari Akademi.

Kenapa tiga bulan? Karena butuh waktu yang lama bagiku untuk mempelajari simbol-simbol tidak jelas ini dan mempraktikannya secara nyata.

Namun, tentu saja, tiga bulan ini tidak berlangsung percuma. Aku mengadakan berbagai macam uji tes demi mendapatkan produk yang ideal.

Dan, akhirnya, itu selesai.

Pada awalnya aku berpikir, apakah hanya syntax PHP saja yang bekerja? Tidak bisakah aku mencoba bahasa yang lain? Lalu, aku pun menuliskan kode C++ untuk dijadikan buff lalu memasukannya.

Hasilnya? Spektakuler.

Dengan PHP kau bisa menambah kecepatan regenerasi hingga maksimal, membuatmu semu abadi. Akan tetapi, Dengan C++, kau bisa menjadi dewa.

Penelitianku pun tidak lagi mengenal kata rem. Pagi siang malam aku abdikan kepada sajak-sajak sihir tersebut.

Kegiatan ini mengingatkanku kepada diriku sendiri di dunia yang sebelumnya. Kerja lembur, begadang setiap malam, aroma kopi yang membuat mata melek, dan layar monitor yang menampilkan jutaan bug yang perlu diperbaiki.

Sungguh kenangan yang nostalgia. Tidak pernah aku mengira aku akan merindukan saat-saat itu.

Kini, aku memegang 3 scroll yang terisi padat oleh kode C++. Buah hasil kerja kerasku selama tiga bulan kebelakang. Ketiga scroll ini harus dimasukkan secara berurutan dengan jeda tepat 1 detik diantaranya, kalau tidak 【Status】 tidak akan menerimanya.

Aku masukkan scroll pertama kedalam status windowku. Satu detik kemudian, scroll kedua. Lalu scroll ketiga, terkecil dari semuanya. Sebuah notifikasi pun muncul tak lama setelah itu.

Welcome, the Great Lord Roody

Sebuah window baru pun muncul. Lalu muncul window lainnya, menutupi window tersebut. Lalu muncul window lagi. Dan lagi. Lagi. Hingga akhirnya muncul window terakhir dengan nama “Trainer” menutupi window-window tersebut.

Benar sekali.

Aku sudah menghack statusku sendiri. Aku ubah levelku menjadi yang tertinggi. Aku freeze HP, MP, dan SP ku hingga tidak mungkin lagi berkurang. Jumlah gold yang aku punya menjadi tidak terbatas. Aku naikkan semua statusku hingga tak ada lagi yang bisa mengimbanginya.

Kini saatnya mengambil alih dunia.